Edisi 16 Oktober 2026Belajar hari ini, dipakai besok.
← Jalur KarierKerja Pertama

Email lamaran pertama: tiga baris yang menentukan lampiranmu dibuka atau tidak

Subjek, kalimat pembuka, nama berkas.

Banyak lulusan baru menghabiskan berhari-hari merapikan CV, lalu mengirimnya dengan subjek email "Lamaran" dan isi kosong. Saya pernah membantu seorang teman menyortir lamaran yang masuk ke kantornya, dan jujur saja, email seperti itu sering terlewat bukan karena orangnya tidak layak, tapi karena tidak ada alasan untuk membukanya lebih dulu.

Baris pertama yang penting adalah subjek. Tulis posisi yang dilamar dan namamu, tidak lebih. Orang yang menerima puluhan email sehari mencari dengan kata kunci, dan subjek yang jelas membuat emailmu ditemukan lagi seminggu kemudian.

Baca juga: Keluar dari jebakan menonton tutorial tanpa pernah mengerjakan apa pun

Baris kedua adalah kalimat pembuka di badan email. Jangan ulangi isi CV. Sebut posisi yang kamu lamar, dari mana kamu tahu lowongannya, dan satu hal paling relevan yang bisa kamu bawa. Dua sampai tiga kalimat sudah cukup. Email lamaran bukan tempat bercerita panjang, itu tugas surat lamaran kalau memang diminta.

Baris ketiga sering dilupakan: nama berkas lampiran. "CV_final_revisi2.pdf" mengatakan sesuatu tentang caramu bekerja, dan bukan yang bagus. Gunakan nama lengkapmu dan jenis berkasnya, dalam format PDF supaya tampilannya sama di perangkat mana pun.

Sebelum menekan kirim, kirim dulu ke diri sendiri dan buka dari ponsel. Kalau ada tautan yang mati atau berkas yang tidak terbuka, lebih baik kamu yang menemukannya duluan. Setelah itu, lanjutkan ke lamaran berikutnya. Satu email yang rapi tidak menjamin dipanggil, tapi email yang berantakan hampir pasti tidak.

UO
Utari OetomoUtari menulis dua artikel pembuka Lintas Info Karir pada 2023, lalu berhenti menulis dan memilih menjadi penyunting tunggal situs ini. Dua tulisan pertamanya ia biarkan tetap tayang apa adanya sebagai pengingat dari mana semuanya dimulai.